Malam tirakatan 17 Agustus adalah tradisi malam renungan , rasa syukur dan doa besama yang diselenggarakan pada malam 16 Agustus ( menjelang hari kemerdekaan indonesia untuk mendoakan para pahlawan dan memohon keselamatan bangsa.

Malam Tirakatan dikenal sebagai tradisi budaya yang memiliki nilai religius, sosial, dan nasionalisme yang saling berdampingan. Tradisi ini sudah diwariskan turun-temurun untuk mengingat jasa pahlawan dan memperkuat hubungan antara satu sama lain.
Ada beberapa makna yang terkandung dalam malam Tirakatan antara lain :
1. Menumbuhkan rasa cinta tanah air.
2. Memperkuat nilai kebangsaan.
3. Menjalin kebersamaan antar warga.
4. Menjadi wadah doa bersama demi keselamatan bangsa Indonesia.
5. Mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam kegiatan HUT RI melalui pembagian hadiah lomba maupun pentas seni

Pada malam tirakatan Pemdes Manjungan melaksanakan keliling ke seluruh Dukuh yamg ada di Desa Manjungan yang di awali dari Dukuh Turasan, umbul susuhan , Mao, Manjungan, Mlandang, Tinggen, Krangkungan .
Setiap Dukuh dihadiri oleh Pemdes Manjungan dengan durasi waktu yang sudah ditentukan karena memang keterbatasan waktu yang ada agar setiap Dukuh tidak terlalu lama menunggu Pemdes Manjungan.
