
Manjungan adalah nama sebuah desa di kecamatan Ngawen, kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Untuk mengetahui kemunculan desa-desa di wilayah Kecamatan Ngawen kita bisa menggunakan sumber sejarah yang ada yaitu prasasti Yupit (Upit), dimana Ngupit adalah merupakan desa tertua di Kabupaten Klaten yang berdiri pada abad IX Masehi. Prasasti Upit merupakan prasasti Tugu, yaitu prasasti yang berbentuk tugu yang dipancangkan pada permukaan tanah. Prasasti ini mempunyai dua bagian yaitu bagian atas dan bagian bawah, dimana yang bagian atas berisikan aksara dan bagian bawah tertanam pada tanah. Bagian atasnya berbentuk mirip dengan Lingga (Simbol Syiwo) sedang bagian bawahnya berbentuk kubus. Prasasti ini bertuliskan aksara kawi awal berbahasa jawa kuno dan aksaranya melingkari permukaan prasasti.
Prasasti Upit dikeluarkan oleh Rakai Kayuwangi tanggal 11 November 866 M dan berdasarkan prasasti tersebut Sri Maharaja Rakai Kayuwangi mendirikan desa Ngupit sebagai desa perdikan.
Dengan adanya desa Ngupit sebagai sebuah desa perdikan secara otomatis dapat mempengaruhi munculnya desa-desa diseputar wilayah desa Ngupit begitupula tidak menutup kemungkinan munculnya desa manjungan. di dukuh Manjungan desa Manjungan juga ditemukan benda peninggalan sejarah yaitu berupa batu berbentuk kubus dan patung sapi dan sampai saat ini masih tersimpan aman di pekarangan warga. Mungkin juga tempat ini dahulu kala adalah Prasada Atau Tempat ibadah.
di Wilayah desa Manjungan Juga terdapat cerita rakyat atau folklore bahwasanya dahulu kala menjadi cikal bakal atau penghuni pertama desa Manjungan adalah seseorang yang bernama Mbah Manjung. Dia merintis berdirinya sebuah desa atau tempat dan tinggal serta mempunyai keturunan di tempat yang saat ini diyakini menjadi desa Manjungan. Kuburan atau makam Mbah Manjung dan putranya yang pertama yaitu Mbah Mbarep hingga saat ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah desa Manjungan dan berada di Komplek pemakaman Dukuh Manjungan. Dan oleh karena cikal bakal penghuni desa Manjungan yang pertama kali adalah bernama Mbah Manjung maka tempat ini akhirnya diberi nama Desa Manjungan yang artinya adalah “Tempat Tinggal Mbah Manjung”.