Pariwisata UtamaKolam Wanita di Umbul Susuhan
info BUMDesa UtamaKepala Desa Manjungan membagikan kartu JKN-KIS kepada warganya
Manjungan, (25/09/2018) Kepala Desa Manjungan Bp Bambang Pramana Dewa, SS membagian kartu JKN – KIS kepada warganya. merupakan CSR dari pengembangan usaha BUMDEsa Mahanani berupa Umbul Susuhan, pemerintah Desa manjungan mengembalikan hasil pendapatan kepada warga itu sendiri, dengan harapan mampu mengangkat ekonomi rakyat kurang mampu . Sampai hari ini total penerima manfaat jaminan sosial mencapai 230 orang lebih dan akan ditambah lagi sesuai kemampuan keuangan BUMDESanya.
Tahun ini direktur BUMDES Mahanani Bpk. Agus Tri Joko ditargetkan dapat meningkatkan omset penjualan sebanyak 1 M dengan kemajuan fasilitas yang disediakan seharusnya mampu mencapai target.
Dalam tahun ini tidak hanya kepesertaan JKN-KIS yang menjadi wujud kepedulian kepada masyarakat namun juga bantuan siswa miskin, sembako untuk warga kurang mampu, dan bantuan jambanisasi. selanjutnya akan diprogramkan satu rumah satu sarjana dengan pembiayaan murni dari BUMDESa Desa Manjungan.
UtamaPMT untuk posyandu Desa Manjungan
Pemerintah Desa Manjungan menyerahkan dana untuk fasilitasi Posyandu berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Kamis, 20/09/2018. Sebanyak 6 Posyandu yang tersebar diseluruh Desa Manjungan diberikan wewenang untuk mengurus dan memantau perkembangan pos pelayanan terpadu balita maupun lansia. Pemberian PMT berupa makanan …
Gotong Royong Kegiatan/Infromasi UtamaKTM Desa Manjungan Peduli Lingkungan Hidup
Minggu, (23/09/2018)- Anggota Karang Taruna Mahanani Desa Manjungan bersama Kepala Desa Manjungan menggerakkan tanam pohon sepanjang jalan Manjungan – Umbul Susuhan.Tanaman berupa pucuk merah sebanyak 50 batang dengan dana bersumber dari PAD yang dianggarkan untuk organisasi Karang Taruna Manjungan. Kegiatan …
FKD UtamaPenyerahan Fasilitasi dari Pemerintah Desa Manjungan Kepada Masyarakat Difabel
Manjungan – Pemerintah Desa Manjungan menyerahkan fasilitasi untuk masyarakat penyandang difabel dari berbagai usia di Balai Desa Manjungan.
Penyerahan didampingi oleh pengurus Forum Komunitas Difabel (FKD) selaku penyelenggara kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat difabel. bersumber dari Dana Desa TA 2018 sebesar Rp 12.000.000 terpecah menjadi beberapa kegiatan difabel dalam kurun waktu setahun. Masing – masing anggota FKD menerima manfaat Dana Desa sesuai dengan kebutuhannya.
Penyerahan fasilitasi diberikan secara bertahap mengikuti agenda pertemuan rutin setiap bulan. pada hari Minggu (02 / 09 /2018) beberapa dari kaum difabel menerima bantuan berupa alat bantu, perlengkapan sekolah, dan sembako. Dari 25 orang 11 diantaranya mendapat bantuan sesuai dengan kebutuhan dalam tahun ini. Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Desa Manjungan Bambang Pramana Dewa, SS. “Bantuan akan selalu ada untuk masyarakat difabel dan setiap tahunnya akan bertambah nominal yang diterima, namun berupa barang bukan uang secara langsung, sehingga perkembangan penyerapan dananya transparan dan tidak ada sekat antara kaum difabel dengan masyarakat umumnya”. tutur Kepala Desa dalam sambutannya pada acara penyerahan fasilitasi masyarakat difabel.
Kegiatan/Infromasi UtamaPelatihan BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Desa Manjungan
Manjungan, 31 Juli 2018 Program KOTAKU menjamah Desa Manjungan untuk melakukan sosialisasi sekaligus pelatihan mengenai pembentukan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). pada umumnya BKM dibentuk secara independen oleh suatu Desa untuk mengumpulkan aspirasi dalam mengatasi masalah kemiskinan. Tujuan diadakannya pelatihan tidak …
info BUMDesa Kegiatan/Infromasi Pariwisata UtamaBUMDesa Sumenep Berkunjung ke Desa Manjungan
19 April 2018 – Dalam rangka meningkatkan kualitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDESa), Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama pengelola BUMDESa dan Kepala Desa seluruh Kab. Sumenep mengadakan kegiatan kunjungan lapangan ke Desa Manjungan. kunjungan tersebut disambut dengan baik oleh Pemerintah Desa Manjungan selaku pemilik BUMDES Mahanani.
Maksud dari kunjungan tersebut adalah untuk berbagi informasi seputar pengelolaan BUMDES yang saat ini menjadi program pemerintah pusat untuk menjadikan desa lebih mandiri dalam pengelolaan keuangan.
Kegiatan/Infromasi UtamaPuskesmas Ngawen mengadakan RISKESDAS di Desa Manjungan
Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) merupakan bagian dari Riset Kesehatan Nasional (RISKESNAS) yang bertujuan sebagai salah satu bentuk evaluasi terhadap pencapaian program kesehatan yang telah dilaksanakan. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan selama 4 hari di Desa Manjungan, yakni pada tanggal 5 – …
Kegiatan/Infromasi UtamaSosialisasi BABS di Desa Manjungan
Banyaknya orang-orang yang buang air besar sembarangan (BABS), merupakan salah satu masalah sanitasi dan air bersih. Padahal, perilaku tidak sehat ini, bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan dan risiko penyakit. Berkaitan dengan masalah tersebut, Puskesmas Ngawen melakukan Sosialisasi dan pemantauan kesehatan …
Manjungan UtamaLahan meditasi Calon Embung Desa Manjungan
Embung merupakan penampungan air irigasi. Asal air yang ditampung bisa dari air sungai atau hujan. Embung bisa dibangun di desa yang memiliki sungai dan tidak. Embung tidak untuk menampung air hujan saja. Embung mencegah banjir saat musim hujan dan mengatasi kekeringan saat kemarau.
Embung bisa dibangun di daerah dataran tinggi yang tidak dilalui aliran sungai. Air embung bisa berasal dari air hujan. Perbukitan yang dulu gersang bisa memiliki persediaan air. Perbukitan perdesaan yang biasanya gundul pada musim kemarau sehingga banyak tanaman mati karena kekurangan air, bisa bertahan dengan irigasi dari waduk mini tersebut.
Di desa manjungan sendiri terdapat potensi alam yang dapat dijadikan sebagai embung milik desa. meskipun belum ada kepastian perihal konsep pembuatannya, namun pemerintah desa sudah merencanakan anggaran dana untuk realisasi program tersebut. konsistensi pemerintah dibuktikan dengan kegiatana pengukuran lahan yang dimiliki dan penentuan bahan baku yang nantinya akan digunakan untuk membangun embung tersebut.
tujuan dari pembuatan embung desa adalah agar menjadi pilar dalam produksi pangan desa sehingga penduduk dekat dengan sumber makanan dan terhindar dari persoalan distribusi. Embung mendorong terciptanya swadaya pangan penduduk desa.
Embung juga bisa mendukung intensifikasi pertanian sehingga bisa meningkatkan frekuensi panen. Ini terutama tanaman padi dari setahun sekali menjadi dua atau tiga kali setahun. Kelipatan hasil pertanian akan bisa diwujudkan para petani desa dengan ketersediaan air.
Selain itu, penampungan air juga menopang diversifikasi pertanian. Peningkatan hasil pertanian melalui variasi jenis tanaman seperti pola tumpang sari. Sawah di Jawa bahkan disela-selanya dapat diselingi tanaman untuk ternak. Peningkatan hasil ternak akan menaikkan produksi protein hewani warga desa.
Dalam embung juga dapat disebar ikan untuk usaha perikanan yang diharapkan bisa mencegah kemungkinan perkembangan jentik nyamuk. Sementara, sekitar embung juga bisa dikembangkan kolam-kolam ikan menggunakan sistem pengairan berbasis.
selain itu nantinya embung juga bisa dimanfaatkan sebagai wanawisata untuk warga sekitar dan dijadikan tempat bersantai sore hari.