1. pemberian PMT balita gizi kurang dimulai per 1 agustus 2020 selama 90 hari 👉 jumlah balita gizi kurang 12 anak 👉 petugas masak dan distribusi PMT balita = ibu Dwi dan ibu Tri dibantu beberapa kader posyandu pengadaan tempat …
Kegiatan/Infromasi Pariwisata Sosial UtamaRapat Koordinasi Pencegahan Stunting di Desa Manjungan
Gotong Royong Kegiatan/Infromasi Manjungan UtamaPemerintah Desa Manjungan Gelar Musyawarah Desa Khusus Guna Validasi Data Penerima BLT DD
Selasa, 19/05/2020, Pemerintah Desa Manjungan Gelar Musyawarah Desa Khusus (MUSDESSUS) guna validasi, finalisasi dan penetapan data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2020. selain itu musyawarah juga membahas tentang perubahan RKPDES dan APBDES 2020 …
Kegiatan/Infromasi Sosial UtamaSelamat Menunaikan Ibadah Puasa
Marhaban Yaa Ramadhan. . Selamat menunaikan ibadah puasa bagi seluruh warga Desa Manjungan yang menjalankan Mari sambut bulan Ramadhan dengan sukacita dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Semoga dilancarkan dalam menjalankan amal ibadah selama bulan suci Ramadhan.
info BUMDesa Kegiatan/Infromasi UtamaPelantikan Pengurus BUMDES “Mahanani” Desa Manjungan
Manjungan, 21 September 2019, Pemerintahan Desa Manjungan menyelenggarakan acara pelantikan pengurus Bumdesa Mahanani di Balai Desa Manjungan. Sebanyak enam orang resmi dilantik menjadi pengurus Bumdesa Mahanani oleh Kepala Desa Manjungan selaku Komisaris Bumdesa Mahanani dengan disaksikan seluruh tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat meliputi Pemerintah Desa, Lembaga- lembaga Desa, Pengawas Bumdes, Tokoh Masyarakat, dan Muspika.
Berikut Nama-nama Pengurus Bumdes beserta jabatannya :
- Affan Fauzan Pahlawi sebagai Direktur
- Agus Trijoko sebagai Personalia
- Danar Kurniawan sebagai Accounting 1
- Miftahul Rohmawati sebagai Accounting 2
- Retno Putri Hanggorowati sebagai Marketing
- Mentari Astuti sebagai Purchasing
UtamaLaporan APBDESA 2019
Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2019 Desa Manjungan resmi berlanjut ke tahap pelaksanaan.
Dalam APBDes TA 2019 ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Manjungan mengalokasikan belanja desa mencapai Rp2.554.450.155. Total belanja tersebut terdiri dari belanja Penyelenggaraan Pemerintahan Desa sebesar Rp 852.527.000, belanja pembangunan desa sebesar Rp1.313.480.000, belanja pembinaan kemasyarakatan Rp165.400.000 dan untuk belanja pemberdayaan sebesar Rp 203.000.000.
“Bahwa Rancangan Peraturan Desa Manjungan tentang Anggaran Pendapatan dan belanja Desa (APB DESA) Tahun Anggaran 2019 untuk ditetapkan sebagai peraturan desa perlu mendapatkan kesepakatan bersama Badan permusyawaratan Desa (BPD),” dalam Perdes nomor 02 tahun 2019
Kepala Desa Manjungan, H. Dunung Nugraha,SE, meminta kepada para aparatur pemerintah desa untuk mempersiapkan program-program kerja di tahun 2019 dengan baik agar berjalan efektif hingga akhir desember 2019 nanti. TPK pun dihiimbau untuk melakukan persiapan kerja lebih awal dan lebih teliti.
Pemantauan efektivitas kegiatan dan anggaran secara berkala, baik bulanan maupun kuartalan, juga diharapkan berjalan. Ini untuk meyakinkan bahwa semua program Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) maupun kelompok masyarakat lainnya dan program kerja Pemerintah Desa berjalan maksimal.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) adalah instrumen penting yang sangat menentukan dalam rangka perwujudan tata pemerintahan yang baik (good governance) di tingkat desa. Tata pemerintahan yang baik, diantaranya diukur dari proses penyusunan dan pertanggungjawaban APBDesa. Memahami proses pada seluruh tahapan pengelolaan APBDesa memberikan arti terhadap model penyelenggaraan pemerintahan desa itu sendiri
Kegiatan/Infromasi UtamaSosialisasi ODF di Desa Manjungan
ODF (Open Defecation Free) adalah suatu kondisi dimana seluruh lapisan masyarakat sudah menggunakan jamban untuk BAB/BAK serta menjaga kebersihan lingkungan dari penyakit yang disebabkan oleh kotoran manusia. Dalam rangka mewujudkan Kota Klaten Bebas Buang Air Sembarangan 100%, maka Desa Manjungan …
info BUMDesa Kegiatan/Infromasi Pariwisata UtamaBUMDesa Sumenep Berkunjung ke Desa Manjungan
19 April 2018 – Dalam rangka meningkatkan kualitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDESa), Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama pengelola BUMDESa dan Kepala Desa seluruh Kab. Sumenep mengadakan kegiatan kunjungan lapangan ke Desa Manjungan. kunjungan tersebut disambut dengan baik oleh Pemerintah Desa Manjungan selaku pemilik BUMDES Mahanani.
Maksud dari kunjungan tersebut adalah untuk berbagi informasi seputar pengelolaan BUMDES yang saat ini menjadi program pemerintah pusat untuk menjadikan desa lebih mandiri dalam pengelolaan keuangan.
Kegiatan/Infromasi UtamaSosialisasi BABS di Desa Manjungan
Banyaknya orang-orang yang buang air besar sembarangan (BABS), merupakan salah satu masalah sanitasi dan air bersih. Padahal, perilaku tidak sehat ini, bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan dan risiko penyakit. Berkaitan dengan masalah tersebut, Puskesmas Ngawen melakukan Sosialisasi dan pemantauan kesehatan …
Manjungan UtamaLahan meditasi Calon Embung Desa Manjungan
Embung merupakan penampungan air irigasi. Asal air yang ditampung bisa dari air sungai atau hujan. Embung bisa dibangun di desa yang memiliki sungai dan tidak. Embung tidak untuk menampung air hujan saja. Embung mencegah banjir saat musim hujan dan mengatasi kekeringan saat kemarau.
Embung bisa dibangun di daerah dataran tinggi yang tidak dilalui aliran sungai. Air embung bisa berasal dari air hujan. Perbukitan yang dulu gersang bisa memiliki persediaan air. Perbukitan perdesaan yang biasanya gundul pada musim kemarau sehingga banyak tanaman mati karena kekurangan air, bisa bertahan dengan irigasi dari waduk mini tersebut.
Di desa manjungan sendiri terdapat potensi alam yang dapat dijadikan sebagai embung milik desa. meskipun belum ada kepastian perihal konsep pembuatannya, namun pemerintah desa sudah merencanakan anggaran dana untuk realisasi program tersebut. konsistensi pemerintah dibuktikan dengan kegiatana pengukuran lahan yang dimiliki dan penentuan bahan baku yang nantinya akan digunakan untuk membangun embung tersebut.
tujuan dari pembuatan embung desa adalah agar menjadi pilar dalam produksi pangan desa sehingga penduduk dekat dengan sumber makanan dan terhindar dari persoalan distribusi. Embung mendorong terciptanya swadaya pangan penduduk desa.
Embung juga bisa mendukung intensifikasi pertanian sehingga bisa meningkatkan frekuensi panen. Ini terutama tanaman padi dari setahun sekali menjadi dua atau tiga kali setahun. Kelipatan hasil pertanian akan bisa diwujudkan para petani desa dengan ketersediaan air.
Selain itu, penampungan air juga menopang diversifikasi pertanian. Peningkatan hasil pertanian melalui variasi jenis tanaman seperti pola tumpang sari. Sawah di Jawa bahkan disela-selanya dapat diselingi tanaman untuk ternak. Peningkatan hasil ternak akan menaikkan produksi protein hewani warga desa.
Dalam embung juga dapat disebar ikan untuk usaha perikanan yang diharapkan bisa mencegah kemungkinan perkembangan jentik nyamuk. Sementara, sekitar embung juga bisa dikembangkan kolam-kolam ikan menggunakan sistem pengairan berbasis.
selain itu nantinya embung juga bisa dimanfaatkan sebagai wanawisata untuk warga sekitar dan dijadikan tempat bersantai sore hari.
Manjungan