Pada hari Minggu tanggal 20 Juli 2025 dilaksanakan rembuk tani di Desa Manjungan.
Pada forum ini, berbagai gagasan, usulan, hingga kritik dari petani di lapangan dapat diakomodasi dan dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan atau perencanaan program di sektor pertanian. Tidak hanya itu, Rembuk Tani juga menjadi ajang pertukaran informasi mengenai teknologi pertanian terbaru, metode bercocok tanam

serta efisien, hingga cara menghadapi hama yang mempengaruhi hasil pertanian.
Pada kesempatan Rembuk Tani di Desa Manjungan kali ini merupakan pembahasan lanjutan dari pengendalian hama tikus yang telah di laksaanakan, para petani Desa Manjungan sudah satu tahun terkena hama tikus. Berbagai cara sudah dilakukan untuk mengurangi hama tikus ini.
Pada pembahasan kali ini telah disepakati bahwa akan di lakukan penanaman padi kembali tetapi dengan di selingi tanaman nilam karena tanaman ini memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Tanaman nilam ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kerugian para petani apabila nantinya tanaman padi di serang oleh hama tikus.

Hasil dari rembuk tani ini penanaman padi akan dilakukan di bulan September, semoga para petani bisa merasakan panen dengan hasil yang baik.