Pande Besi adalah tukang (orang) yang bekerja menempa besi dengan menggunakan api untuk membentuk besi yang ditempanya menjadi suatu benda yang diinginkan, seperti belati, pedang, pisau, dan lain lain. Bernama Kuatin dari Dukuh Mao, Manjungan setiap hari mengerahkan tenaga untuk menimpa besi hingga menjadi benda tajam yang dapat digunakan sebagai alat kerja. mengenai konsumen , sama seperti pengrajin lainnya ia junga berhubungan dengan petani dan para pedagang alat pertanian untuk menjual barang-barang pertanian buatannya.
Mao Potensi DesaPande besi di Dukuh Mao
Potensi Desa Umbul SusuhanWisata Air Umbul Susuhan
Salah satu potensi andalan milik desa Manjungan adalah wisata air yang berada di dukuh Umbul Susuhan. Pemandian yang bersumber dari mata air asli ini memang belum seratus persen selesai, karena masih dalam tahap pengerjaan. namun para pengunjung tetap dapat menikmati beberapa kolam yang sudah tersedia seperti kolam anak, kolam wanita dan kolam alami. Dengan fasilitas yang lengkap sperti banyaknya jumlah Toilet, tersedianya Mushala, Gazebo, kantin, dll membuat para pengunjung. untuk kedepannya pemerintah desa bersama pihak manajemen BUMDes akan menambah wahana untuk wisata alam dan outbond sehingga melengkapi libur panjang para wisatawan….
Mlandang Potensi DesaHome Industri Makanan Ringan Dukuh Mlandang
Bisnis Makanan ringan merupakan bisnis berskala rumah tangga yang memiliki peluang sangat bagus untuk saat ini maupun yang akan datang. Permintaan pasar untuk makanan ringan terus mengalir. Melihat penikmat makanan ringan, tidak hanya anak-anak, tetapi juga remaja, dewasa, hingga orang …
Sosial UtamaRealisasi Dana Desa untuk RTLH desa Manjungan tahap I dan II
Manjungan 12 desember 2017. Merealisasikan dana desa berupa rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni yang sebelumnya pernah dibahas pada rapat sosialisasi RLTH, hingga saat ini sudah 2 dari 3 rumah yang direnovasi yaitu rumah mbah Mitro (Turasan) dan mbah Sri Chotimah (Manjungan)
Pengerjaan dilakukan bersama dan gotong royong warga setempat yang di awasi langsung oleh kepala desa Manjungan.
Manjungan Potensi DesaBendungan Desa Manjungan
Bendungan (Mbalong) merupakan tanah milik kas desa yang berupa persawahan dan dataran rendah milik Desa manjungan yang semula dijadikan sebagai aliran irigasi persawahan milik warga dan sebagai bendungan penyimpanan air sementara. seiring bertambahnya tahun dan kurangnya perawatan dari pihak yang terkait bendungan tersebut mengalami pendangkalan dan tidak berfungsi sebagaimana awalnya. tanah seluas 6000 m2 rencananya akan dijadikan sebagai Embung Desa dan masih mengharapkan dana dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Manjungan Potensi DesaPengrajin Gamelan Dukuh Manjungan
Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.
Kemunculan gamelan didahului dengan budaya Hindu–Budha yang mendominasi Indonesia pada awal masa pencatatan sejarah, yang juga mewakili seni asli indonesia. Instrumennya dikembangkan hingga bentuknya sampai seperti sekarang ini pada zaman Kerajaan Majapahit. Dalam perbedaannya dengan musik India, satu-satunya dampak ke-India-an dalam musik gamelan adalah bagaimana cara menyanikannya. Dalam mitologi Jawa, gamelan dicipatakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka, dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana di gunung Mahendra di Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu). Sang Hyang Guru pertama-tama menciptakan gong untuk memanggil para dewa. Untuk pesan yang lebih spesifik kemudian menciptakan dua gong, lalu akhirnya terbentuk set gamelan.
Di Manjungan sendiri sudah ada warga yang mampu membuat dan menjual sendiri alat musik gamelan, pak Joko Sabeyan namanya. Ketrampilannya dal hal karya seni sudah meluas hingga pewayangan. tidak hanya itu, beliau juga menyalurkan bakatnya kepada anak dan warga sekitar yang mau belajar dan tertarik dengan kesenian jawa.
Potensi Desa TinggenIndustri Konveksi Kain Perca Dk. Tinggen
Banyak orang yang tidak tahu bahwa kain perca sangat bermanfaat, terutama kain perca batik khususnya. Biasanya setelah sehelai kain selesai dijahit atau dibuat pakaian, sisanya akan terbuang sia-sia. Padahal sisa-sisa kain itu masih bisa dimanfaatkan menjadi bermacam-macam kerajinan yang fungsional.
Kain perca yang telah dimanfaatkan oleh warga setempat menjadi beberapa produk yang fungsional dan bernilai jual, misalnya :Tas, Taplak meja, Sprei, sarung bantal dan sarung guling, Keset, Rok atau daster, dan lain-lain.
Potensi Desa Tegal SusuhanDukuh Tegal Susuhan memiliki potensi perikanan
Perikanan adalah kegiatan manusia yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hayati perairan. Sumberdaya hayati perairan tidak dibatasi secara tegas dan pada umumnya mencakup ikan, amfibi, dan berbagai avertebrata penghuni perairan dan wilayah yang berdekatan, serta lingkungannya. di Desa manjungan tepatnya Dukuh Tegal Susuhan terdapat lahan yang digunakan untuk potensi perikanan. potensi tersebut digunakan untuk budidaya ikan lele, nila, dan gurami.
Krangkungan Potensi DesaPotensi Dukuh krangkungan
Desa Manjungan tepatnya Dukuh Krangkungan memiliki Potensi yang dikembangkan oleh salah satu warganya berupa konveksi pembuatan tas. bahan dasar yang digunakan adalah kain dan sintetis kemudian di desain sedemikian rupa sehingga menjadi tas unik dan kreatif. dalam perkembangannya lini industri …
Kegiatan/Infromasi Sosial UtamaRapat sosialisasi program pelaksanaan dana pemerintah untuk RTLH
Rabu, 6 Des 2017 seluruh perangkat desa bersama perwakilan ketua RW/RT, beserta Tim Pelaksana Kegiatan dan calon penerima program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) berkumpul di balai desa Manjungan dalam rangka rapat sosialisasi program pelaksanaan dana dari pemerintah untuk RTLH.
Kriteria dalam penentuan rumah penerima bantuan meliputi:
- Atap rapuh/bocor
- Lantai rusak/masih berupa tanah
- Dinding rusak/roboh
- Rumah berdiri diatas tanah milik sendiri
- Rumah tidak dalam sengketa/ kredit
- Rumah tidak berada di tempat terlarang
- Calon penerima merupakan warga Manjungan, dan terdaftar dalam program RTLH
- Calon penerima merupakan warga miskin (kurang mampu)
Kegiatan tersebut akan dikoordinasi langsung oleh bendahara desa yaitu Bp. Imam Sopingi dan dibantu oleh warga sekitar guna percepatan pelaksanaan kegiatan. Adapun penerima bantuan dana RTLH pada tahun ini sebanyak tiga orang yaitu mbah Mitro (dukuh Turasan), mbah Marwan (dukuh Tinggen) dan ibu Siti Khotimah (dukuh manjungan). Masing2 akan mendapatkan dana dari pemerintah sebanyak 10 juta (belum termasuk pph & ppn) yang akan dialokasikan untuk kebutuhan prioritas rumah yang akan di rehab.
- Tujuan dari diselenggarakannya rapat sosialisasi tersebut adalah agar segala kegiatan yang berkaitan dengan rehab rumah dapat terealisasi dengan baik dan tepat waktu, transparan dan lancar.